• Thu. Aug 5th, 2021

Ccag-Gers.com – Info Berita Komunitas Komune

Komunitas Komune Arrats-Gimone terletak di Gers, di jantung Gascony, Tentang pembangunan seluruh negara.

Sejarah Lawang Sewu, Wisata Semarang yang Penuh Misteri

Sejarah Lawang Sewu, Wisata Semarang yang Penuh Misteri Lawang Sewu, Anda pasti pernah mendengar tentang bangunan ini. Beberapa th. Jadi, bangunan bersejarah Belanda ini sangat populer, terutama di kalangan warga kota Semarang. Tidak hanya karena sejarahnya yang panjang, arsitektur khas kolonial, tetapi juga cerita-cerita seram yang menghantui bangunan peninggalan Belanda ini.

Waktu berlalu, Lawang Sewu menjadi tempat wisata sejarah. Buat yang punya rencana datang ke Lawang Sewu, berikut beberapa event Lawang Sewu yang perlu kamu tahu!

Sejarah Lawang Sewu, Wisata Semarang yang Penuh Misteri

ccag-gers – Orang mungkin mengenal bangunan ini dengan nama Lawang Sewu, tapi tahukah Anda bahwa itu bukan nama asli Lawang Sewu? Pada awal pembangunannya, gedung ini bernama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Dimana dalam bahasa Jawa Lawang Sewu berarti seribu pintu.

Namun hanya karena namanya “Lawang Sewu” bukan berarti gedung ini memiliki banyak pintu. Padahal, Lawang Sewu hanya memiliki 429 pelabuhan. Namun seperti bangunan Belanda lainnya, Lawang Sewu memiliki banyak jendela besar yang dari kejauhan terlihat seperti pintu keluar. Dan itulah mengapa orang menyebut gedung ini “Lawang Sewu”.

Berbeda dengan saat ini, Lawang Sewu pernah menjadi kantor manajemen Perusahaan Kereta Api India Maatscappij (NIS), sebuah perusahaan kereta api swasta di Belanda. Kantor NIS pertama berada di stasiun kereta api Semarang, tetapi karena tidak cukup ruang, akhirnya pemerintah Belanda memutuskan untuk membangun gedung baru.

Baca Juga : Sejarah Candi Borobudur dan Fakta-fakta Unik

Pembangunan kantor administrasi Perusahaan Kereta Api India Maatscappij (NIS) dimulai pada tahun 1904 dan selesai pada tahun. 1907. Pembangunannya dimulai dengan penggalian tanah hingga kedalaman hingga 4 meter dan kemudian diganti dengan lapisan vulkanik, yang membuat bangunan ini anti gempa.

Di balik tekanan dari para pekerja kereta api, Lawang Sewu juga memiliki sisi gelap yang jauh dari kantor. Selain lantai satu dan dua yang berfungsi sebagai kantor, kantor ini juga memiliki basement dan lantai tiga.

Lantai tiga adalah loteng dan basement yang berfungsi sebagai penjara bagi narapidana selama era kolonial. Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, penjara bawah tanah dan loteng ini menjadi penjara paling kejam bagi Belanda.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, tidak lama kemudian, gedung ini jatuh ke tangan Indonesia. Lawang Sewu sebenarnya berada di medan pertempuran antara Pemuda Kereta Api Muda (AMKA) dengan prajurit Kempetai dan Kidobutai selama Pertempuran Lima Hari Semarang dari 14-19 Oktober 1945. Karena sejarah inilah, pemerintah kota Semarang memutuskan untuk menggunakan Lawang Sewu sebagai bangunan. Warisan peristiwa yang perlu dilindungi.

Setelah kemerdekaan Jepang dan Belanda, otomatis kantor administrasi perkeretaapian jatuh ke tangan Indonesia. Gedung ini kemudian digunakan oleh pemerintah sebagai kantor pusat PT.

Kereta Api Indonesia atau KAI. Ia kemudian beralih jabatan ke kantor Badan Prasarana Kodam dan Kanwil Kemenhub Jawa Tengah sebelum dibebaskan pada akhir tahun. 90-an.

Nama gedung tua, besar dan kosong, tak lepas dari cerita misterinya. Hal serupa terjadi pada Lawang Sewu. Setelah duduk kosong selama beberapa tahun, bangunan bersejarah Belanda ini telah terbengkalai dan terlihat menakutkan. Tak heran jika pada akhirnya banyak cerita mistis yang mengikuti Lawang Sewu.

Baca Juga : Wisata Istana Kekaisaran Kyoto Di Jepang

hal. Pada tahun 2013, gedung ini menjadi tempat uji coba sebuah siaran televisi dan dengan meninggalnya salah satu peserta beberapa hari setelah acara. Saking ngerinya, gedung ini pernah disebut-sebut sebagai gedung paling mengerikan kedua di benua Asia, lho!

Disebut bangunan angker, kini Lawang Sewu sudah membersihkannya. Setelah pemugaran dan renovasi selesai pada Th. Tahun 2011, Lawang Sewu menjadi objek wisata bersejarah. Tidak ada lagi kamar gelap dengan segala macam penampilan yang mengerikan.

Apa yang ada adalah bangunan Belanda bersejarah yang indah yang kaya akan sejarah. Anda yang datang untuk melihat kemegahan Lawang Sewu bisa datang dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam. Untuk tiket, pengunjung hanya perlu membayar Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Untuk menjelajahi ruang bawah tanah, Anda perlu menyewa pemandu wisata dan membayar biaya tambahan sebesar Rp 30.000.