• Tue. Nov 30th, 2021

Ccag-Gers.com – Info Berita Komunitas Komune

Komunitas Komune Arrats-Gimone terletak di Gers, di jantung Gascony, Tentang pembangunan seluruh negara.

Sejarah dan Rahasia Pembangunan Tembok Besar Cina

Sejarah dan Rahasia Pembangunan Tembok Besar Cina –  Tembok Besar China dikenal sebagai salah satu peradaban paling terkenal di dunia. Tembok yang dibangun dalam bentuk benteng ini merupakan bangunan terbesar yang pernah didirikan dalam sejarah manusia. Hal ini dibuktikan dengan ukuran bangunan ini yang panjangnya 6.350 km, membentang dari Shanhaigun Pass di dekat Teluk Bo Hai di timur laut hingga Jisayuguan Pass di utara-tengah China.

Sejarah dan Rahasia Pembangunan Tembok Besar Cina

ccag-gers – Tingginya mencapai 8 meter, kemudian bagian atasnya lebarnya 5 meter dan bagian bawahnya lebarnya 8 meter. Setiap 180-270 meter berisi menara pengawas setinggi sekitar 12 meter. Tembok Besar China yang kokoh adalah simbol ketekunan dan tekad rakyat China di masa lalu.

Awalnya, pembangunan Tembok Besar bertujuan untuk mempertahankan lokasi orang-orang Chung Kuo (sebutan Cina kuno) dari serbuan suku nomaden dari utara. Pada masa Dinasti Qin, pada sementara itu, yang berkuasa adalah Kaisar Shih Huang Ti, seorang kaisar besar yang sukses menghimpun seluruh China, menghendaki melanjutkan upaya membangun tembok besar yang udah hilang untuk sementara waktu. bersama keadaan perang antar kerajaan. Am 221 v. Kr. Shih Huang Ti memerintahkan agar bangunan tembok yang belum selesai disambungkan dan jalan konstruksi dilanjutkan sejauh 5.000 km.

Baca Juga : Mausoleum Lenin, Tempat Bersejarah Peristirahatan Terakhir Sang Revolusioner

Pembangunan Tembok Besar sangat tepat jika dilihat dari fungsinya yang sangat penting untuk menahan ancaman dari para perantau yang ingin merebut lokasi kekuasaan. Tembok Besar dibangun di atas gunung yang tinggi dan berbahaya, di mana dinding raksasa terbuat dari lapisan batu, bata, terakota, dan semen, menjadikannya berat dan tahan lama selama berabad-abad.

Pembangunan dinasti Han menghasilkan perpanjangan 10.000 km Tembok Besar. Tak hanya itu, Tembok Besar juga melakukan rekonstruksi era Dinasti Ming tahun 1368-1644. Saat itu tembok besar diperkuat dengan penambahan batu granit dan batu bara panjang serta dilapisi kapur. Selama berabad-abad, Tembok Besar telah menjadi benteng yang sangat berharga selain fungsinya sebagai penghalang dunia luar dan perlindungan produk pertanian yang dikenal kesuburannya.

Ini sering menjadi pertanyaan umum tentang rahasia sebenarnya di balik tembok kuat China selama berabad-abad. Sebuah penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa salah satu inovasi teknis paling cemerlang yang ditemukan saat itu adalah penggunaan ketan sebagai campuran semen untuk membangun Tembok Besar.

Beras ketan yang digunakan sebagai bahan harus memiliki campuran semen yang komposisinya memungkinkan bahan semen kapur menjadi lebih perekat di masa lalu. Campuran beras ketan dan semen kapur selanjutnya ini terdiri berasal dari bahan perekat organik dan anorganik, sanggup mengikat sel bersama terlampau erat, lebih-lebih jika gulma tidak sanggup tumbuh di atasnya. Komposisi organik yang mengandung yaitu amilopektin yang berasal berasal dari beras ketan dan komposisi anorganik yaitu kalsium karbonat berasal dari kapur menciptakan susunan mikro yang padat, yang menyebabkan Tembok Besar lebih stabil dan termasuk memiliki kekuatan mekanik yang lebih besar.

Baca Juga : 7 Wisata Alam di Singapura yang Paling Indah

Lantas apa keunikan dari bangunan legendaris ini? Ada hal yang mungkin tidak diperhatikan dengan seksama di area sekitar Tembok Besar, yaitu kehidupan vegetasi/tanaman yang tumbuh di salah satu Tembok Besar. Keberadaan tembok besar yang memisahkan dunia luar dan interior hutan secara tak terduga dapat mengubah genetika tanaman, yang pada awalnya adalah tanaman yang, dengan genetika serupa, berkembang perlahan di masa lalu, dari waktu ke waktu dan telah berevolusi menjadi tanaman yang berbeda. genetika.

Tembok Besar dengan kemegahan legendarisnya di seluruh dunia tidak berarti tidak meninggalkan sejarah yang penuh dengan korban. Tembok Besar dibangun dengan mengambil tenaga manusia yang diambil oleh budak paksa. Budak melakukan pekerjaan memindahkan batu dan bahkan memasang bangunan tembok besar siang dan malam tanpa dibayar. Kerja keras ini telah menelan ribuan nyawa.