• Sun. Oct 24th, 2021

Ccag-Gers.com – Info Berita Komunitas Komune

Komunitas Komune Arrats-Gimone terletak di Gers, di jantung Gascony, Tentang pembangunan seluruh negara.

Sejarah Candi Borobudur dan Fakta-fakta Unik

Sejarah Candi Borobudur dan Fakta-fakta Unik  – Kemegahan arsitektur Candi Borobudur tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang perkembangan agama Buddha di Indonesia. Reputasi Candi Borobudur terkenal di luar negeri dan dianggap sebagai monumen Buddha terbesar di dunia menurut situs web Kementerian Pariwisata.

Sejarah Candi Borobudur dan Fakta-fakta Unik

ccag-gers – Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, telah lama dipugar untuk mengembalikan keagungannya. Candi Borobudur adalah salah satu harta yang paling berharga dari Indonesia dan dunia. Berikut ini adalah ikhtisar sejarah Candi Borobudur dan fakta uniknya:

1. Sejarah Singkat Candi Borobudur

Menurut catatan sejarah, pembangunan asli Candi Borobudur berlangsung sepanjang tahun pada abad ke-8 dan ke-9. 800 M pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra.

Baca Juga : 3 Tempat Bersejarah Mesir Kuno dengan Arsitektur Megah Patung Raksasa

Borobudur diperkirakan membutuhkan waktu beberapa ratus tahun untuk dibangun. sampai selesai seluruhnya oleh Prabu Samaratungga th. 825.

Meski orang yang membangun Candi Borobudur sudah selesai, namun tidak ada data sejarahnya. Pasalnya, saat itu agama Hindu dan Budha berkembang secara bersamaan di pulau Jawa.

Dinasti Syailendra tercatat sebagai penerus agama Buddha Mahayana ketika juga terdapat aliran Hindu Siwa di sekitar Borobudur.

Beberapa arkeolog menyarankan bahwa empat renovasi dilakukan untuk membangun Candi Borobudur. Konstruksi pertama dimulai dengan meratakan tingkat di sekitar candi dan memadatkan tanah dengan batu untuk membentuk struktur piramida.

Struktur berikut kemudian diubah dengan penambahan langkah persegi dan lingkaran. Kemudian Borobudur mengalami perubahan akhir dalam langkah bulat dan fondasinya diperbesar.

Kemegahan Borobudur hilang selama berabad-abad ketika terkubur di bawah lapisan tanah dan abu vulkanik, yang kemudian tumbuh di pepohonan dan semak belukar hingga menyerupai bukit.

Tidak diketahui secara pasti mengapa penghuninya meninggalkan Borobudur saat ini. Teori sejarah menyebabkan meletusnya Gunung Merapi dan pergeseran kepercayaan masyarakat dari Budha ke Islam.

Kembalinya nama baik Candi Borobudur dimulai sejak Thomas Stamford Raffles menjabat sebagai Gubernur Jenderal di pulau Jawa pada tahun 1811. Penemuan lain terjadi ketika Raffles mendengar bahwa sebuah bangunan besar tersembunyi di desa Bumisegoro dekat hutan.

Raffles kemudian mengirim seorang insinyur Belanda bernama Christian Cornelius untuk mempelajarinya.

Baca Juga : Mengenal Keindahan Kepulauan Raja Ampat

Kabar penemuan Borobudur kembali menjadi malapetaka kerusakan di banyak tempat. Pemerintah Indonesia mengharapkan hadiah kepada UNESCO pada akhir tahun 1960-an untuk menyelesaikan permasalahan Candi Borobudur.

Dalam sejarah Candi Borobudur, pemugarannya memakan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit hingga ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Fakta Unik Tentang Candi Borobudur

Selain sejarah dan momen Hari Raya Waisak yang menarik perhatian asing, Candi Borobudur menyoroti beberapa fakta unik seperti:

1. Dengan 2.672 lempeng timbul dan 504 patung Buddha, menjadikan Borobudur pemilik relief Buddha terbesar dan terluas di dunia.
2. Pencurian patung merajalela. Patung Buddha yang sebenarnya sering dicuri dan kemudian dijual di barang antik, kolektor, dan pasar ilegal. 504 Banyak patung Buddha ditemukan dalam keadaan tak terbatas.
3. Candi Borobudur dibom. Dua th. Setelah kepulangan kedua pada 21 Januari 1985, pelaku memasang 13 bom di beberapa stupa kecil. Sembilan dari 13 bom berikutnya meledak, menghancurkan ratusan blok batu stupa. Bom pada pemahaman radikal umum.
4. Pemerintah Hindia Belanda memberikan patung-patung berharga kepada Thailand dan Inggris. Pemerintah Belanda di India Timur memberikan gratis benda candi dalam jumlah besar di hadapan Raja Chulalongkorn II dari Thailand.
5. Pemerintah Hindia Belanda telah mendirikan kafe di stupa tersebut saat pertama kali ditemukan.