• Fri. Sep 17th, 2021

Ccag-Gers.com – Info Berita Komunitas Komune

Komunitas Komune Arrats-Gimone terletak di Gers, di jantung Gascony, Tentang pembangunan seluruh negara.

Candi Prambanan, Tempat Wisata Sejarah Peninggalan Umat Hindu

Candi Prambanan, Tempat Wisata Sejarah Peninggalan Umat Hindu Candi Prambanan merupakan salah satu candi Hindu terbesar dan terbesar di Indonesia. Letak candi Prambanan sangat unik, kompleks candi Prambanan terletak di dua kabupaten dan dua provinsi dalam waktu yang bersamaan. Pelataran kompleks candi ini berada di kabupaten Sleman Yogyakarta, tetapi gapura utama berada di kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Terjebak di sisi utara Jalan Tol Yogyakarta Solo, setiap pengendara yang pergi ke Yogyakarta atau Solo pasti bisa melihat kemegahan candi ini. Seolah memiliki daya tarik tersendiri, keindahan relief dan arsitektur bangunannya mewarisi keunikan candi Hindu lainnya.

Candi Prambanan, Tempat Wisata Sejarah Peninggalan Umat Hindu

ccag-gers – Candi Prambanan dianggap oleh dunia sebagai salah satu candi terbesar di Asia Tenggara, selain Candi Borobudur. op. Pada tahun 1991, dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan dikukuhkan oleh UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia.

Ada total 240 candi di kompleks candi. Dengan tiga candi utama yang dikenal sebagai Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu atau juga dikenal sebagai Candi Trimurti.

Candi Prambanan merupakan salah satu candi Hindu terbesar dan memiliki nilai arsitektur yang tinggi. Pertama, pembangunan candi ini dimaksudkan untuk melawan candi Borobudur yang merupakan candi Budha. Seperti candi Sewu yang jaraknya cukup dekat dengan kompleks candi Prambanan.

Baca Juga : Sejarah Lawang Sewu, Wisata Semarang yang Penuh Misteri

Sejumlah ulama meyakini bahwa pembangunan candi ini berkaitan dengan kembali dan kekuasaan Dinasti Sanjaya. Dinasti Sanjaya diyakini sebagai penganut agama Hindu yang memerintah kerajaan Mataram kuno. Pembangunan candi ini pertama kali dilakukan di sekitar Th. 850 M oleh Rakai Pikatan. Kemudian ditambah dan dilanjutkan oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu.

Menurut prasasti Shivagrha dari th. Candi Prambanan dari tahun 856 M. itu dibangun sebagai bentuk pemujaan dan memuliakan Dewa Siwa, yang merupakan salah satu dewa Trimurti. Siwagrha dalam bahasa Sansekerta berarti “Rumah Siwa” atau “Tanah Siwa”.

Bandung Bondowoso menginginkan perlindungan dari para jenius untuk menyelesaikan pembangunan candi, dan Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan 999 candi dalam waktu singkat. Mendengar bahwa pembangunan candi hampir selesai, Roro Jonggrang berusaha mencegah komplotan Bondowoso melakukan upaya.

Roro Jonggrang kemudian meminta tuan dan nyonya desa untuk membakar jerami dan kilogram beras untuk mewakili pagi yang akan segera datang. Upaya Roro Jonggrang ini berhasil meyakinkan para jenius pendukung Bandung Bondowoso, sehingga mereka lari ketakutan dan mengira matahari akan segera muncul.

Baca Juga : Fakta Dalang Jemblung, Seni Teater Lokal Ala Masyarakat Banyumas

Bandung Bondowoso yang mengetahui bahwa Roro Jonggrang melakukan penipuan untuk menghentikan usahanya membangun seribu candi, marah dan kesal. Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang dengan segala amarahnya untuk menjadi candi yang ke seribu menyelesaikan 999 candi. Kisah ini pula yang menjadi asal muasal candi Prambanan yang juga dikenal dengan candi Roro Jonggrang.

Di dalam kompleks Candi Prambanan terdapat museum yang didirikan dengan arsitektur tradisional Jawa, Rumah Joglo. Di Museum Prambanan, terdapat berbagai jenis penemuan arkeologi yang dapat Anda lihat, seperti kumpulan berbagai jenis batu candi dan arca yang terdapat di sekitar candi, seperti arca Agastya, Siwa, Wisnu, Garuda dan masih banyak lagi. Selain itu, terdapat replika harta karun emas Wonoboyo berupa mangkok, selam, perhiasan perak dan emas.